kembang sri rezeki

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Backpacker keluarga

Mengintip Tips - backpackeran sekeluarga ke LN versi mbak Diena Syarifa, barangkali punya saya belon ada apa2nya.. tapi baiklah, singkatnya begini aja. bahwa misi kami kali ini berpetualang uji nyali alias sedikit nekadlah... sebab ini backpackeran ke LN yang pertama. tanpa guide, ngandalin googling dan tanya jawab dengan beberapa kerabat yang pernah melakukannya.

kembali ke inti masalah sesungguhnya backpackeran dilakukan dengan artian budget terbatas dan ngirit beneran habis serombongan sekeluarga euy... jadi, semua harus belajar puasa dengan segala selera. misalnya anak2 yang suka jajan dan camilan, bunda yang sering lafar jika lihat buku dan sulvenir unik atau ayah yang kadang suka berplaning dadakan diluar perencanaan. bah... banyak ternyata godaannya.. maka kita sepakat tuk meminimalkan segala hal. nekad bukan ? bahkan kami menukar mata uang sesuai perhitungan yang kami rencanakan saja, berdasar kebutuhan harian. tak ada uang sisip... kecuali rupiah yg tak sampe 1jt dan modal kartu visa debit... dengan alasan aneh, ini kan cuma negara tetangga yang terhitung masih dekatlah kekerabatannya... inshaa allah tak ada masalah... hahaha... ngandelin semestakung rupanya.

planning besarnya adalah backpackeran 5 hari tanpa penginapan. mengingat waktu yang terbatas dan destinasi yang lumayan banyak ingin dikunjungi.. inilah cara menjalani keinginan tapi punya keterbatasan finansial selain tentunya jadwal cuti dan liburan yang nyaris usai. ngintip point2 mbak diena, maka dari pengalaman kami seperti inilah.

1. Transport: penang, kuala lumpur dan singapura, angkutan publik lebih nyaman dan aman. telah terintegral dengan jalur kereta, bus dan angkutan online. hanya yang perlu diantisipasi di singapura, tak setiap tempat bisa dijadikan titik pemberhentian. ada centre point yang telah ditentukan. begitu juga jenis taxi online yg dipesan, memiliki klasifikasi yang sedikit unik. akibat tidak begitu teliti dalam pemesanan, karena posisi kami tak di CP yg seharusnya, sehingga kami pulak yang menyeberang mengejar posisi si mobil. padahal kaki dah gempor jalan seharian mengitari marion yang luasssss. hanya tak sampai 10 menit perjalanan dengan bayaran 27 dolar (aspek irit gagal total).... tapi lumayanlah, kami jadi punya pengalaman naik mobil alphad... xixi

2. Itinerary: carilah tujuan jelajah yg murah meriah, misal pasar tradisional, taman, sungai, icon kota, tempat ibadah, museum, laut. Pelajari dulu sebelum berangkat spy efisien. Bbrp tempat berbayar, sesuaikan dgn kebutuhan pembelajaran. kebetulan kami mengambil tema : penang kota sejarah, kuala lumpur kota masa kini dan singapura kota masa depan. sehingga destinasi yang kami singgahi berkaitan dengan hal2 tersebut. membuka wawasan anak2 ttg kondisi kota : gedung/bagunan, transportasi dan pelayanan publik juga aturan2 yang mendukung berjalannya pelayanan publik.

3. Pakaian: cek cuaca sebelum brgkt, sesuikan pakaian dg cuaca. alhamdulillah malaysia dan singapura cuaca relatif masih sama sehingga packingannya tak beda ketika kita melakukan perjalanan touring di daerah2. anak2 sudah terbiasa mandiri menyusun baju berdasar kebutuhan kegiatan yang akan dilakukan. Bawa barang seperlunya saja.

4. Penginapan: nah.. ini yang jadi tantangan tersendiri dari kami. sebab no homestay, no hotel. beberapa orang yang kami jumpai dalam perjalanan, sedikit melongo mendengar kami tak menginap dimanapun. tapi tenang... kami memutuskan hal ini juga dengan perhitungan. sebab sudah ada yang melakukan. kenapa tak dicoba ya kan.. lalu dimana kami tidur ?? di bus dalam perjalanan malam dari satu kota ke kota berikutnya. penang - KL, KL - Singapura, Singapura - KL lama perjalanan nyaris sama. sekitar 4,5 - 5 jam. kami ambil keberangkatan jam 23.30 atau 24.00 dan tiba di kota tujuan menjelang subuh. dengan fasilitas bus besar bahkan ada yang double decker perjalanan antar propinsi/negara terasa nyaman. fasilitas : kursi 1 - 2, ada safety belt, charger, sandaran bisa dilungsurkan hingga 45 derajat, tempat kaki bisa diatur agar tak menjejak, sehingga mengurangi efek bengkak 🤓, full ac tentunya. hanya saja, saat melintas antar negara, maka kita harus bangun dan mengangkat semua barang tuk proses imigrasi. Bahkan si bungsu selalu sigap tetap bangun walau beberapa kali mengigau dikiranya sedang diskusi tujuan destinasi. yang ternyata lumayan membuyarkan kantuk di jam empatan. Karna dibanding malaysia, singapura lebih detail, teliti terkesan agak bikin deg deg an.

5. Makan : karena asli sepanjang hari seliweran, maka menu wajib pagi adalah makanan berat full karbo. lengkap dengan teh hangat, disini kami menikmati teh tarik sepanjang hari. Kalau dimedan semboyan apapun makanannya teh botol minumannya. Maka selama backpackeran berubah menjadi teh tariklah....hehe begitu pula siang, tetap dengan menu makan lengkap, hanya jam makan yang bergeser karena biasanya kami sarapan diatas jam 9 an sehabis dhuha. lalu makan siang jam 2 atau jam 3. dan malam lebih bebas, umumnya camilan berat seperti roti atau martabak saja. namun jajanan sekedar selalu ada buat ganjal perut diperjalanan. jadi wisata kulinernya lebih sering tanpa sengaja. karena syaratnya cuma satu : moslem food. jika di KL lebih mudah, maka di penang dan terutama di singapura, harus lebih teliti melihat info resto yang dituju.

6. Internet : Kadamg perlu beli nomor hp lokal untuk memudahkan akses online. Selebihnya offline. kami tak download map lokal sebab belon faham, tapi memilih mengambil peta wisata yang umumnya ada di bandara. free dan ternyata sangat membantu juga. spy saat jelajah tetap bisa untuk pemandu jalan sekaligus memberi alternatif destinasi tujuan.

7. Selalu bawa passport kemanapun. Pakai sepatu/ sandal yang nyaman. Siapkan minyak urut 😜 membantu mengurangi kepegelan. Bawa tempat minum, tisu basah+kering untuk toilet, mukena hrs bawa krn jika sholat tak dilakukan dimasjid. namun bagi kami yg no penginapan, masjid dan terminal menjadi area nyaman tuk ibadah sekaligus bersih diri dan istirahat. secara fasilitas buat musafir sangat diakomodir, terutama di malaysia. terdapat kamar mandi khusus shower dan sabun. surau yang terpisah dan luas. Serta alternatif foodcourt. di singapura kami beruntung, manakala terminal bus tidak kondusif diseberang jalan ada masjid nyaman untuk segala kebutuhan musafir. Ketika sore tujuan masjid unik di daerah kota tua singapura, hingga isya disana. sengaja memilih masjid sejarah, sudah tua usia namun fasilitasnya modern dengan info kegiatan menggunakan layar touch. ruang masjid yang berlantai 3 difasilitasi dengan lift. Selesai maghrib mungkin karena hari kamis, dibagi2 nasi kotak kepada jamaah.

8. Uang: kami pakai rupiah saja untuk cadangan, uang lokal untuk belanja kebutuhan lokal spt jajan, makan, tiket, transport dan beli souvenir.

9. Koper/tas: tiap orang bertanggungjawab dg koper/tasnya masing2 dari mulai berangkat sampai pulang. disusun ulang saat kembali, agar lebih rapi dan bagasi tak berlebih. oh yaaa... beruntungnya di terminal malaysia ada loker dgn aneka bayaran sesuai kebutuhan. sehingga rangsel tak perlu disandang sepanjang perjalanan. di singapura, terminal bus bersedia dititipin tas dgn catatan tak ada barang berharga dan kita adalah penumpang mereka. jadi amanlah halan2 tanpa gendongan... hehe..

10. Sisakan KEPO. Ini selalu kami sisakan untuk anak2 spy menjadi penyemangat kelak melanjutkan mengajak anak/istri/suaminya jelajah dg uang jerih payahnya sendiri. kita memberi alternatif pada anak2 tuk memilih apakah naik skyway di genting atau tour di twin tower. maka pilihan jatuh di skyway. si abangpun berkomentar betapa ia penasaran dengan info KL tower yang memiliki resto berputar tuk melihat seluruh kota. Disingapura seharian mengelili daerah pedistrian marlion park, helix brige, marlion bay sand, museum art science, itupun belum tuntas hingga diseberang jembatan menuju forest dome. Sebab menjelang malam kami putuskan ke pulau sentosa untuk melihat pertunjukan song of the sea, yakni animasi cahaya lampu dan kombinasi pancaran air.

11. Tdk ada agenda shopping : baju, sepatu, tas branded. Tdk ada masuk mall. Mgkn ini tradisi backpackeran kami, jd bukan dlm rangka menyisakan kepo (toss lah ama mbak diena)

12. Konsep backpackeran paling ideal dikaitkan dg pembelajaran, shg mindset para Backpaker “legowo” dg kondisi apapun di lapangan dan bakal beroleh bny insight belajar. Sesuaikan usia nya yg kira2 sdh bisa menelan makna. untuk kami yang selama ini sudah mandah hingga 7 kali dari berbagai kota dan pulau sejak anak2 masih bayi. barangkali lebih membantu survive dibeberapa kondisi.

Semoga bermanfaat, selamat backpackeran sekeluarga✈️ terinspirasi membuat edisi detail perjalanan dari awal hingga akhir lengkap jadwal dan biaya yg diperlukan. seperti majalah yang diproduksi anak ABhome ketika jelajah korea dan jepang. sebab kakak dan abang, begitu semangat memainkan peran sebagai planner perjalanan dan fotographer. sementara si adek, keren pisan euy... selalu bersigap, mandiri dan tampak menikmati setiap kondisi. alhamdulillah, smg akan ada kisah backpackeran lanjutan karna ternyata bikin ketagihan.😍😍

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hehe.. habis yg muda2 bikin panas dengan aksi travelnya. Kapan kemana kita bang..

09 Jan
Balas

Backpacker kelas tinggi ini. No penginapan... uwo uwo

09 Jan
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali